Minggu, 02 September 2012

ADA APA ?

PART II

seiring berjalannya waktu, bintang mulai mengerti apa yang sedang terjadi. namun entah karna sebab itu atau bukan. setelah berusaha untuk menemukan kesalahan apa yang terjadi. 'oh mungkin gara-gara ini' sambil melihat layar hpnya. 'apa gara-gara smsan dengan temen cewek ya, apa ada kata-kata yang salah ya'. bintang lagi-lagi berfikir, meskipun belum bisa menjawab pertanyaannya. entah karna itu atau bukan, tp sejauh ini mungkin itu penyebabnya. atau mungkin bukan karna masalah ini, melainkan masalah yang terdahulu, melainkan hal yang terdahulu. 

ketika bintang bertanya dengan bulan, bulan hanya menjawab. 'iya mungkin' namun beberapa menit kemudian bulan menjawab. 'ya itu hak kmu, kmu tau mana yang baik mana yang buruk sama seperti aku'. 

bintang hanya diam memandangi layar hpnya. 

pagi ini bintang sengaja datang ke kampusnya pagi-pagi untuk bertemu dengan bulan, setelah semalam bintang tidur tidak nyenyak, diselimuti berbagai macam pertanyaan, diselimuti kegelisahan, diselimuti kekhawatiran. namun, dia tidak bertemu dengan bulan, sebelum bintang sampai, bulan telah pulang. temannya bilang kalau bulan ada urusan dengan ibunya, bintang yang hendak menghampiri rumahnya khawatir tidak bisa bertemu dengan bulan.

bintang melihat kalau bulan sedang kecewa dengan dirinya, entah kecewa karna apa. mungkin  pengorbanan yang diberikan, ketulusan dan kepercayaan bintang untuk bulan masih kurang. masih kurang sempurna. bintang sedih karna dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak diberitahu apa yang sedang terjadi, bintang ingin menjadi burung kecil yang bulan, tempat dimana bulan berkeluh kesah, tempat dimana bulan melampiaskan emosinya. 

bulan sangat sempurna, dia berkorban untuk bintang, berkorban apa aja untuk bintang, sedangkan bintang? entah apa yang dilakukan bintang, kurang membalas pengorbanan yang diberikan bulan kepadanya. bintang bingung mau berbuat apa, dia hanya berkeluh kesah dengan sebuah benda mati, benda yang tidak bisa memberikan solusi untuk dirinya. terkadang ke egoannya bilang 'perasaan aku udah ngasih apa yang aku bisa semuanya untuk dirinya, pengertia, ketulusan, kepercayaan semuanya sudah aku berikan'. atau mungkin itu hanya perasaannya saja, bintang pun tak mengerti, karna yang menilai bukan dirinya sendiri, melainkan orang lain, melainkan bulang yang menilainya.
dia ingin memperbaiki apa yang belum baik, dia ingin memperbaiki itu. namun dia butuh bantuan untuk memperbaiki itu semua, dia butuh bantuan bulan untuk memperbaiki itu semua. dia butuh bulan berbicara tentang dirinya, bintang lebih baik di tampar karna kesalahannya dari pada harus berdiam seperti ini. 

bintang ingin melihat senyum indahnya bulan, senyum yang tulus tanpa merasakan kesedihan apa pun, senyun yang indah tanpa tergores oleh perasaan kesal, senyum yang indah dirindukan oleh bintang. 

mungkin ini sebuah jalan untuk menjadi lebih dewasa dari sebuah hubungan yang dijalin. ke bosanan, kejenuhan mungkin dirasakan oleh hubungan ini, tapi bintang tidak merasa kalau dirinya jenuhan dan bosanan. sama sekali tidak merasa hal itu.

ADA APA?


Tidak tau apa yang sedang terjadi. “Ada apa sih” pertanyaan itu yang berulang kali bintang pertanyakan ke dirinya sendir. Tidak mengerti apa yang sedang terjadi, hanya bisa merasakan ada sesuatu hal yang sedang tidak sesuai, sedang tidak beres. Namun tidak mengerti apa penyebabnya. ‘apa aku yang salah?’ pertanyaan itu muncul seketika di pikiran bintang, tiba-tiba, tanpa dasar yang kuat, tanpa alasan yang kuat, lagi-lagi hanya perasaan bintang yang berbicara seperti itu.
Bintang pun bertanya kepada bulan tentang apa yang sedang ia rasakan, mengapa dia menjadi diam. Bualn memberikan serentetan penjelasan, memberikan sedikit keluh kesah yang ia rasakan, seketika mendengar penjelasan bulan, pikiran bintang langsung tertuju ‘apa aku salah?’, pertanyaan itu belum bisa terjawab muncul pertanyaan yang lain, ‘kalau aku salah, aku salah di bagian mana?’. Pertanyaan itu selalu terulang. Dan bintang tidak menemukan jawaban dari semua pertanyaannya itu, bintang butuh bantuan orang lain untuk menjawab pertanyaannya. Setidaknya untuk memberikan titik terang dari apa yang ia rasakan. Ia sudah bingung ingin bertanya dengan siapa, perasaan dan hatinya yang setiap kali diajak berdialog tidak membuahkan hasil apa-apa.

Hanya bulan mungkin yang mengerti dan bisa menjawab pertanyaannya bintang, dari sudut pandang bulan orang yang paling dekat dengannya dan sekaligus kekasihnya. Salah satu orang mungkin bisa menjawab pertanyaannya.

Bintang sudah coba bertanya dengan bulan, namun bukan jawaban yang di dapat melainkan pertanyaan yang di dapat. ‘kmu ngerasa salah?’. Bintang semakin bingung, bintang tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dan pertanyaan bulan pun tidak bisa di jawab, bintang hanya bisa diam. Berfikir. Dan terus bertanya-tanya dengan dirinya sendiri. Entah kapan pertanyaan itu akan terjawab, bintang hanya bisa berusaha untuk jadi yang terbaik, semampunya, sekuat dia. Selebihnya bintang hanya menyerahkan kepada tuhan.

Rabu, 29 Agustus 2012

BADAI KANGEN


Entah apa yang sedang terjdi belakang ini, pagi pagi hari ketika matahari terbit, semuanya indah, semua cerah secerah matahari yang menyinari, semua nya indah oleh senyuman dan canda yang terjadi, seiring dengan tenggelamnya matahari, semua pun berubah cepat. Indahnya senyuam, keceriaan, canda dan tawa pun meredup berganti dengan muram, sedih, pertengkaran kecil. Perubahan itu terasa sangat cepat. 

Tidak mengerti sedang dilanda apa, tidak indah seperti dahulu. Dahulu ketika kecupan manis di kening dan diakhiri dengan kecupan manis pula. Namun sekarang berbeda, kecupan manis dikening dan di akhir dengan kecupan kecut. Entah apa yang sedang terjadi. Mungkin sedang terjadi badai. Badai kangen yang luar biasa yang sedang melanda bulan dan bintang. Waktu mereka berdua banyak yang hilang, entah karna kesibukan mereka berdua atapun kesibukan bintang yang luar biasa.

Disaat keduanya sedang saling jauh, keduanya merasakan kangen yang luar biasa yang melanda hati mereka berdua, layaknya seperti badai yang sedang melanda kota,. Badai ini berkecamuk menerjang apa saja yang ada, kepanikan, kecemasan, kegalauan dan keirian adalah efek dari kencangnya badai kangen. 

Badai kangen ini sangat simple untuk dipulihkan dan diobati, hanya dengan bertemu, menghabiskan waktu berdua, bermain bersama. Namun disaat mereka berdua saling berjauhan, semua tidak semudah itu, tidak segampang itu, ada jarak berkilo-kilo yang berada ditengahnya, jarak itu hanya bisa dilewati oleh waktu, disaat waktu yang tepat, semua akan terbayar, jarak yang awalnya panjang akan menjadi pendek, hanya sejengkal atau pun sama sekali tidak ada jarak antara mereka berdua. 

Badai kangen yang mereka rasakan yang menyebabkan perubahan cuaca hati.

Memang sangat luar biasa ketika jarak sedang melanda keduanya. Keduanya sama-sama berfikir, “seharusnya aku yang nemenin dia, seharusnya aku yang bermain dengan dia, dan blab la bla”. Itu semua hanya efek dari badai kangen. Ketika semua itu terobati, semua akan indah kembali, senyuman, canda dan tawa akan kembali menghiasi semuanya :)


dion librazky 

Rabu, 25 Juli 2012

Pelangi yang indah


Pelangi yang indah akan muncul entah di saat gelap ataupun disaat terang, tidak peduli gelap atau terang, pelangi tersebut tetap muncul dengan indah.

Senyuman yang indah pula akan muncul setiap saat, yang awalnya terlihat kelabu kembali tersenyum setelahnya, yang awalnya meredup kembali tersenyum lagi. Ya memang begitu. Terkadang semua situasi itu terjadi, kelabu dan redup akan terjadi, dengan begitu akan muncul pelangi yang indah, tidak akan ada yang bisa menandingi indahnya pelangi ketika dia sudah keluar, langit yang gelap pun tidak bisa menutupi cahaya pelangi yang luar biasa, dan lait yang terang pun tidak bisa menyamai terangnya sinar pelangi.

Disaat bulan yang tidak besinar dengan terang karena ulah bintang, hanya ada satu yang ditunggu-tunggu oleh bintang, yaitu senyum indahnya yang akan keluar dari mulut kecil bulan. Senyuman yang tulus, dan kecintaan bulan kepada bintang yang begitu tulus membuat semua itu menjadi indah, menjadi semakin indah. Ketika itu bintang pun tidak bisa berkata-kata, dia hanya bisa mengembalikan senyuman bulan. Berusaha menyamai senyumannya.

Tidak hanya senyuman saja yang ditunggu-tunggu bintang, hal lain yang ditunggu bintang adalah ketika dia bisa memuluk bulan, memeluk bulan dengan erat, tidak ingin dilepaskan maskipun hanya sejenak, jantungnya selalu berdebar-debar ketika memeluknya, rasa yang sama ketika pertama kali dia memeluk bulan. Rasa itu datang sendirinya, rasa ingin melindungi, ingin menjaganya. Rasa ingin melindungi bulan seakan melebihi dari batas, hal yang menurut bintang itu berbahaya untuk bulan pasti dilarangnya, bukan karna apa-apa, hanya ingin melihat bulan dalam keadaan yang baik.

Bintang sangat sadar melihat bulan yang begitu sabar menghadapi bintang, bulan begitu mengerti kesibukan yang sedang bintang lakukan.

Bintang selalu ingin mengusap air mata yang keluar dari mata bulan, bintang ingin tetap melihat senyum bulan yang indah tanpa air mata, tanpa kesedihan.

Bintang selalu sadar bahwa ada yang sangat tulus mencintainya dan Menyayanginya. yaitu bulan

sebelum pelangi yang indah datang, hujun akan turun terlebih dahulu. pembiasan cahaya matahari yang menembus butiran-butiran air setelah datangnya hujan. muncul lah pelangi yang indah. 
pertengkaran yang bisa diselesaikan dengan bijak, dan saat itulah akan terlihat senyum manis buah dari pertengkaran. buah dari makin belajarnya untuk memahami satu sama lain.




Dion librazky
26 juli 2012

Minggu, 22 Juli 2012

bulan kelabu dan bintang yang redup


Bulan sedang tidak bercahaya seperti biasa, sedikit kelabu, entah apa yang terjadi mungkin terselimuti awan hitam atau karna bintang didekatnya yang sedikit meredup. Bulan seperti kehilangan keindahannya, pancaran cahaya indahnya seakan-kan hilang tertutup. Hilang dengan tiba-tiba. Tidak, tidak hilang dengan tiba-tiba. Semua ada alasannya. Alasannya hanya satu, bintang yang terlihat redup membuat bulan kurang bercahaya. 
Bintang ini redup pun karna memiliki alasan. otaknya yang terlalu penuh dengan berbagai macam pikiran, dia memikirkan tentang sesuatu yang belum selesai dan harus segera diselesaikan, tanggung jawab dan waktu terus memburunya, terus membayangi. Bintang pun di selimuti rasa cemas yang luar biasa. Obat yang mengalihkan pikirannya hanya melihat senyuman bulan yang terus bersinar dan sebuah buku kecil penyegar pikiran. Namun bulan pun akhir-akhir ini pancaran sinarnya meredup, entah apa yang terjadi mungkin lagi-lagi karna bintang yang didekatnya sedikit tidak memperhatikan bulan, akibat kosentrasinya tertuju pada satu hal yang harus segera dikerjakan dan di segera diselesaikan. Namun itu seharusnya bukan menjadi alasan, tetapi begitulah yang terjadi.
Lagi-lagi bintang pun tak mengerti harus berbuat apa, sepertinya apa yang di perbuatnya selalu dinilai kurang baik. Disaat bulan menginginkan untuk diperhatikan, bintang malah asik dengan teman-temannya, dan akhirnya bulan pun luput dari perhatian bintang. Bintang mengerti apa yang diinginkan bulan, disaat bintang mengerti dia hanya berkata dalam hati sambil tersenyum, “hmmm salah, lagi-lagi salah timingnya.sial”. yang dirasakan bulan sebenarnya sering juga terjadi dengan bintang. begitulah keadaan bulan dan bintang.
Bintang yang terlampau cuek menjadi boomerang untuk dia sendiri. Dia tak pandai berekspresi, dia tak pandai untuk mengungkapkan secara langsung, dia tak pandai mengungkapkan kalau dia kangen melihat senyum indahnya bulan. Ke cuekannya membuat sikap, kata-kata dan perilakunya seperti tidak menginkan apa-apa. Dia sedih, sedih dengan kecuekannyanya yang sudah tidak normal lagi. 


dion librazky
23 juli 2012

Senin, 28 Mei 2012

cahaya bintang yang kecil

cahaya kecil yang indah akan muncul dikala hari semakin gelap dengan langit-langit yang terang, tidak berawan hitam. langit-langit yang diterangi oleh sinarnya bulan, dan di sekeliling bulan terlihat setitik cahaya kecil yang dilihat dari kejauahan.  pancaran cahaya kecil itu terlihat kecil dari bumi tempat dimana kita berpijak, cahaya kecil itu tertutup oleh terangnya bulan yang ada, bulan yang begitu indah memancarkan cahaya. namun cahaya kecil itu hanya sekedar cahaya yang mempercantik langit

hanya terlihat kecil cahaya itu dari bumi yang di injak. sikap, perhatian, kasih sayang, peduli yang berusaha di pancarkan oleh bintang nampaknya masih terlalu kecil, namun bintang tidak putus asa, bintang terus memberikan sinar kecilnya, meskipun itu hanya kecil. layaknya cahaya kecil dilangit yang terus memberikan pancaran cahayanya meskipun tertutup oleh sinar cahaya bulan yang begitu bersinar luar biasa. 

atau mungkin memang bintang tidak memancarkan sinar kecilnya, tertutup oleh langit yang gelap sehingga pancaran sinar bintang tidak terlihat, begitu juga dengan cahaya kecil itu, cahaya kecil itu nampaknya tidak terlihat jelas dari bumi, cahayanya tidak terpancarkan, tertutup oleh cahaya bulan yang laur biasa besar atau mungkin tertutup oleh langit hitam yang pekat. bintang berusaha tersenyum jika dirinya tidak memancarkan cahaya itu, namun dadanya sesak menahan kesedihan, menahan kesedihan karna tidak bisa membuat orang melihat cahaya itu, tidak bisa melihat cahaya itu meskipun hanya setitik  


sama halnya dengan cahaya kecil yang menerangi langit. hanya terpancar kecil tidak sebesar cahaya bulan yang bersinar. namun, jika mencoba untuk memfokuskan ke cahaya kecil itu, dan sedikit merubah tempat agar dapat melihat cahaya kecil itu bersinar lebih, maka yang didapaat. cahaya kecil itu begitu bersinar, begitu indah meskipun cahaya bulan masih terlalu besar menerangi langit-langit.    





(sumber gambar www.google.com)






29 Mei 2012
dion librazky







Jumat, 25 Mei 2012

UNIK

kesunyian di dalam mobil belum bisa terpecahkan, hanya suara radio yang terdengar menggema di mobil itu. yang satu masih sibuk dengan HP-nya, dan yang satu hanya menyandarkan kepalanya di kursi dan menekan pedal kursi hingga kursi dimobil berubah posisi menjadi nyaris datar seperti kasur. dan akhirnya kesunyian itu pecah dengan pertanyaan bintang. "kamu lagi ngapain sih?"

pertanyaan itu tidak lain tidak bukan hanya tertuju pada satu orang, satu orang disebelahnya yang sedang asyik dengan HP-nya.
"gak ngapa-ngapain", "kamu mau tau banget aku lagi ngapain" dengan nada yang sedikit menekan dan jawaban itu yang muncul dari mulut kecil putri.

bintang yang mendengar jawaban yang keluar dengan menatap putri sambil menelah ludah, agak kecewa dengan jawaban yang keluar dari mulut kecilnya putri, jawaban yang cukup terlalu jutek menurutnya. padahal dia bermaksud untuk memecahkan kesunyian dan ingin tau sebenarnya sedang apa si. yang ada jawaban yang diterima mentah begitu saja. dia hanya menggelengkan kepala sambil sesekali melirik ke putri yang ada disebelahnya, dan berusaha tetep tersenyum meskipun agak berat. sambil menidurkan kepalanya di kursi mobil hatinya cuma berkata. "hmmm mestinya gak usah tanya-tanya, diem aja lebih enak".

jawaban tadi membuat bintang sudah malas, ditambah semakin nyamannya kursi mobil yang nyaris seperti kasur dirumah. ketika putri membuka pembicaraan dengan bintang, bintang tetap melayani pembicaraan meskipun terlihat seperti setengah-setengah meladeninya. efek dari jawaban yang pertama mungkin masih ada.

sesampainya di rumah putri, bintang pun tidak banyak bicara. hanya diam saja. menunggu apakah ada reaksi dari putri untuk mengajak dia ngobrol, namun tidak ada karna memang dia sedang sibuk dengan kerjaannya.

"yaudah, aku pulang dulu ya, besok kalau jadi pergi benerin mobil kasih tau aja ya" bintang pun pamit pulang.

"iya nanti aku kasih tau"

"okkeee".

baru mau melangkan menuju motor, kata-kata yang keluar dari putri "kamu juga bantuin aku dong"
"heh? bantuin apa?"

"bantuin cari tempat buat benerin mobil"

"lah, tadi aku kan udah tanya sama temen aku, klo mau besok bawa aja sekalian mobilnya nanti soal harga diomongin disana"

putri dengan nada yang agak kenceng "kamu gak bilang ke aku, tadi kan kmu cuma ngirim fotonya doang gak ngasih tau hasilnya"

kata-kata yang keluar dari mulut bintang pun cukup tinggi karna capek dan karna semalam begadang mantengin jurnal buat skripsinya "katanya kmu prioritasin ditempat kmu itu, biar dapet murah, jadi aku juga gak kasih tau kmu"
"yaudah liat besok aja, aku pulang dulu". love youuuuu

bintang pun sampai dirumah,
setelah beberapa jam, bintang pun menyadari mungkin putri kesal dengan dirinya yang baru ditanya baru ngasih jawaban. memang seperti yang biasa bintang lakuin. dia bakal ngomong jika itu memang perlu, dan dia bakal jawab jika itu memang ditanya. jika tidak, dia akan diam saja. dia kembali menjadi orang yang cuek, karna dia merasa di berubah menjadi sedikit perhatian juga tidak ada hasil yang memuaskan, hanya membuat orang bete atau marah.


-malam sebelumnya, malam yang lain-

bintang tergolong orang yang sangat cuek, namun suatu ketika putri memintanya untuk tidak terlalu cuek. dan hasilnya bintang mencoba untuk tidak terlalu cuek lagi. bintang lakuin itu demi putri, agar putri gak selalu kena cuek bintang.

bintang berusaha perhatian dengan putri, mengingatkan hal-hal yang menurut bintang itu sepele namun cukup penting. namun yang diterima tidak terlalu positif, putri menganggap bintang mengatur dirinya, sedangkan bintang hanya sekedar mengingatkan putri.

"kmu jangan mandi malam-malam",  bintang mengirimkan pesan lewat hp-nya
"iya, bentar lagi aku mandi kok. tanggung lagi nonton"
"mandi sekarang dong, ini udah lewat jam 9 lho"
"iyaa nanti aku mandi"
"nanti kamu sakit klo mandi malem-malem terus"
"iyaaaaaaaaa, bentaaaar lagi". semakin tinggi nada yang di kirimkan putri
"yaudah terserah kmu".

malam itu bintang hanya memberitahu dan menyuruh putri untuk tidak mandi malam, karna menurut bintang itu kurang baik untuk kesehatan di jangka panjang.

beberapa menit kemudian, bintang pun mendapatkan pesan yang di kirim putri
"aku udah selesai mandi"
"aku gak suka diatur-atur soal mandi, aku bisa sendiri kok ngatur hidup aku"
 kata-kata yang cukup tegas dikirimkan oleh putri.

bintang membaca hanya tersenyum dan berbicara dalam hati. "yaaaah, salah deh, gagal deh perhatiannya, yaudah lah, emang kayanya gak cocok sok-sok perhatian, balik ke cuek algi aja"

"yaudah klo emang kmu gak mau diatur lagi, aku gak akan ngatur kamu lagi, kmu bisa ngatur hidup kamu sendiri kan, maaf klo aku ngatur-ngatur, night". bintang mengetik pesan itu dan langsung mengirim ke putri.

bintang menyandarkan kepalanya ke kasur dan sambil berbicara dengan kembaranya yang ada di dalam hati.
"lah, katanya mau gue yang gak cuek, itu gue perhatiin malah jawabannya begitu"
"yaudah lah sellow aja"
"gue perhatiin sewot juga yang gue dapet, gue cuekin tambah disewotin juga, hadeeeh gimana dong"
"yaudah lah, mending lo tidur aja, gak usah dipikirin"
"yaudahlah, bener kata lo mending tidur aja ya, gak usah dipikirin, biarin aja dah, suka-suka aja deh ya. kayanya emang cuek itu yang paling bener"

bintang pun akhirnya tertidur untuk bersiap di hari esok.


26 mei 2012
jenis tulisan : abstrak :) (suka-suka penulis)